Sabtu, 15 November 2014

Perkuat Komitmen, Hidayatullah Sumatera Halaqoh Muharram


ppasihidayatullah.blogspot.com – “Apa indikator seorang kader telah menjalankan budaya Hidayatullah?” tanya Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Hidayatullah, Dr Abdul Mannan, kepada para kader Hidayatullah se Sumatera yang pada Sabtu-Ahad (8-9 November) berkumpul di Kampus Hidayatullah Rejang Lebong, Bengkulu.

Pertanyaan tersebut kemudian dijawab sendiri olehnya. “Budaya kita bukan sekadar panjang jenggotnya dan hitam jidatnya.” Tapi, kata beliau dalam pembukaan halaqoh tersebut, kita telah menjalankan budaya Hidayatullah apabila kita paham visi dan misi Hidayatullah, lalu serius memperjuangkannya dalam bingkai manhaj sistematika nuzulnya wahyu.

Bagian dari memperjuangkan visi dan misi tersebut tercermin dalam komitmen semua kader untuk berimamah dan berjamaah.

“Kita ini ibarat jamaah shalat yang terkomando dengan baik,” jelasnya lagi.

Sebagai contoh, semua kader Hidayatullah harus siap apabila ditugaskan berdakwah ke daerah-daerah terpencil, atau dimutasikan dari satu daerah ke daerah yang lain.

“Tidak boleh ada yang memutasikan dirinya sendiri, atau menolak untuk dimutasi,” tegasnya.

Namun, di sisi lain, ketaatan kader Hidayatullah kepada pimpinan bukan ketaatan buta, tapi ketaatan yang dimotivasi oleh ideologi.

Saat penutupan hari kedua, kader-kader Hidayatullah se-Sumatera, dipimpin oleh Ketua PW Hidayatullah Sumatera Selatan, membacakan ikrar komitmen.

Ikrar tersebut berisi ketaatan kepada seluruh keputusan Pimpinan Umum Hidayatullah dan seluruh unsur pimpinan Hidayatullah, serta sungguh-sungguh menjalankan segala tugas yang diamanahkan, dan memberikan apa yang terbaik yang dimliki. (Mahladi)

Senin, 13 Oktober 2014

Anjuran Menikah dan Larangan Membujang

Firman Allah SWT:
Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telahmenciptakan kamu dari diri yang satu, dan daripadanya Allahmenciptakan isterinya; dan daripada keduanya Allahmemperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak.Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan)nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah)hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga danmengawasi kamu. [QS. An-Nisaa’ : 1]
Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakanuntukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderungdan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramurasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itubenar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir. [QS. Ar-Ruum : 21]
Dan sesungguhnya Kami telah mengutus beberapa Rasul sebelumkamu dan Kami memberikan kepada mereka isteri-isteri danketurunan. [QS. Ar-Ra’d : 38]
Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian diantara kamu, danorang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamuyang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jikamereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.[QS. An-Nuur : 32]
Dan orang-orang yang berdoa, “Ya Tuhan kami, anugerahkanlahkepada kami istri-istri kami, dan keturunan kami sebagai penyenanghati kami, dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yangbertaqwa”. [QS. Al-Furqaan : 74]
Hadits Rasulullah SAW :
Dari Ibnu Mas’ud, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, “Hai parapemuda, barangsiapa diantara kamu yang sudah mampu menikah,maka nikahlah, karena sesungguhnya nikah itu lebih dapatmenundukkan pandangan dan lebih dapat menjaga kemaluan. Danbarangsiapa yang belum mampu, maka hendaklah ia berpuasa,karena berpuasa itu baginya (menjadi) pengekang syahwat”. [HR.Jamaah]
Dan Sa’ad bin Abu Waqqash ia berkata, “Rasulullah SAW pernahmelarang ‘Utsman bin Madh’un membujang dan kalau sekiranyaRasulullah mengijinkannya tentu kami berkebiri”. [HR. Ahmad,Bukhari dan Muslim]
Dari Anas bin Malik RA, ia berkata : Ada sekelompok orang datangke rumah istri-istri Nabi SAW, mereka menanyakan tentang ibadahNabi SAW. Setelah mereka diberitahu, lalu mereka merasa bahwaamal mereka masih sedikit. Lalu mereka berkata, “Dimanakedudukan kita dari Nabi SAW, sedangkan Allah telah mengampunibeliau dari dosa-dosa beliau yang terdahulu dan yang kemudian”.Seseorang diantara mereka berkata, “Adapun saya, sesungguhnyasaya akan shalat malam terus”. Yang lain berkata, “Saya akanpuasa terus-menerus”. Yang lain lagi berkata, “Adapun saya akanmenjauhi wanita, saya tidak akan kawin selamanya”. KemudianRasulullah SAW datang kepada mereka dan bersabda, “Apakahkalian yang tadi mengatakan demikian dan demikian ?. Ketahuilah,demi Allah, sesungguhnya aku adalah orang yang paling takutkepada Allah diantara kalian, dan orang yang paling bertaqwakepada Allah diantara kalian. Sedangkan aku berpuasa dan berbuka,shalat dan tidur, dan aku mengawini wanita. Maka barangsiapa yangmembenci sunnahku, bukanlah dari golonganku”. [HR. Bukhari, danlafadh ini baginya, Muslim dan lainnya]
Dan dari Anas, bahwasanya ada sebagian shahabat Nabi SAW yangberkata, “Aku tidak akan kawin”. Sebagian lagi berkata, “Aku akanshalat terus-menerus dan tidak akan tidur”. Dan sebagian lagiberkata, “Aku akan berpuasa terus-menerus”. Kemudian hal itusampai kepada Nabi SAW, maka beliau bersabda, “Bagaimanakahkeadaan kaum itu, mereka mengatakan demikian dan demikian ?.Padahal aku berpuasa dan berbuka, shalat dan tidur, dan akupunmengawini wanita. Maka barangsiapa yang tidak menyukaisunnahku, bukanlah dari golonganku”. [HR. Ahmad, Bukhari danMuslim]
Dari Qatadah dari Hasan dari Samurah, bahwa sesungguhnya NabiSAW melarang membujang, dan Qatadah membaca ayat, “Dansesungguhnya Kami telah mengutus beberapa Rasul sebelum kamudan Kami memberikan kepada mereka isteri-isteri dan keturunan”. (Ar-Ra’d : 38). [HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah]
Dari Anas RA, bahwasanya Rasulullah SAW telah bersabda, “Barangsiapa yang Allah telah memberi rezqi kepadanya berupa istriyang shalihah, berarti Allah telah menolongnya pada separoagamanya. Maka bertaqwalah kepada Allah untuk separo sisanya”.[HR. Thabrani di dalam Al-Ausath, dan Hakim. Hakim berkata, “Shahih sanadnya]
Dan dalam riwayat Baihaqi disebutkan, Rasulullah SAW bersabda, “Apabila seorang hamba telah menikah, berarti dia telahmenyempurnakan separo agamanya, maka hendaklah dia bertaqwakepada Allah pada separo sisanya”

Sabtu, 11 Oktober 2014

Sakinah itu apa..?

Saat suami merasa nyaman dirantau sedangkan dirumah istri menikmati kiriman nafkah lahir untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, sementara dalam hatinya selalu ada tanya "Abi kapan pulang.? disini ada rindu" apakah itu sakinah ?

saat suami ada dirumah isteri setia menemaninya, tapi tak ada tawa kebahagian yang menemani mereka, suami sibuk mencari pekerjaan sedangkan isteri selalu menuntut adanya kebutuhan rumah tangga yang harus terpenuhi, hingga tak saling ada pesan kebaikan dan taqwa. itukah sakinah?

Suami merasa nyaman dengan pekerjaannya, isteri merasa dimanja dengan hadiah yang mempesona, kebutuhan rumah tangga tercukupi, anak-anak dan dapur ada yang mengurusi, belanja, liburan, jalan-jalan menjadi kebiasaan sehari-hari, pesona kenikmatan itu ternyata membuat mereka lalai dalam mengingat ilahi. "Seperti itukah sakinah" ?

Ada disaat merasa adanya suami sebagai penghibur dan begitupun juga sebaliknya, kebahagian itu terpancar dalam setiap keadaan.dikala duka mereka bersabar dikala suka mereka bersyukur, saat yang satu berkata "Apapun yang terjadi ini adalah hadiah dariNya" maka yang lain menjawab "Biarlah Allah yang menjaga kita" dan kemudian mereka itu tersenyum dengan penuh ketenangan. bukankah itu sakinah..?

Sakinah adalah rasa yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata karena dia bukanlah soal teori, pun juga tidak bisa dibeli dengan harta karena dia bukan materi. sakinah itu ada karena memang Allah yang membuatnya ada, maka mintalah sakinah hanya kepadaNya.